Suka = duka

10 11 2006

Beginilah rasanya, ada suka dan tentu ada duka. Dimana-mana pasti seperti itu, dimanapun anda bekerja, apapun profesi anda termasuk menjadi dosen ato guru seperti aku ini. Orang lain mungkin melihat menjadi guru ato dosen ato pekerjaan yang gampang, santai, banyak duit, dll. Tapi…. tidak sesimpel itu, tidak segampang itu, banyak susahnya juga.

Yang akan aku ceritakan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak duka yang ada. Beberapa hari yang lalu ketika mengajar di SMK ******, mengajar di kelas XI (kelas 2 SMK-Red), murid dalam kelas ini berjumlah 26, karena jumlah komputer di Lab hanya 20 unit, itu pun ada beberapa yang rusak total, jadi setiap ngajar yang masuk Lab hanya setengahnya yaitu 13 siswa. Nah, pas kejadian ini ternyata yang datang ke Lab hanya 7 siswa, 6 siswa lainnya tidak datang alias bolos. Kontan saja hatiku jadi panas dan emosiku memuncak, tapi aku berusaha sabar, berusaha bijaksana, aku menasehati 7 orang siswa yang ada agar tidak seperti yang bolos itu dan kemudian memberi pengumuman melalui pengurus kelas yang ada agar minggu depan masuk Lab semua karena ada sesuatu yang akan aku bicarakan.

Memang sih, selama ini aku selalu longgar, jika ada yg tidak datang, aku maklumi, aku tidak marah, tapi selama ini hanya ada dan pernah seperti itu hanya 1 siswa dan sudah kucatat. Aku selalu minta kejujuran dari mereka sendiri, dan aku beritahu mereka bahwa jika mereka tidak serius belajar yang rugi mereka sendiri. Aku bersikap begini karena tidak ingin murid-muridku jadi takut padaku, karena ilmu yang kuajarkan tidak akan berhasil mereka terima dalam ketakutan. Mungkin memang sikapku yang terlalu longgar yang menyebabkan mereka begitu, aku memang sedikit menyalahkan diri sendiri.

Kembali ke cerita tadi, entah ada salah seorang dari mereka yang tidak bolos yang mengirim sms, ato memang kesadaran sendiri, akhirnya 6 siswa yang berencana bolos itu datang ke Lab, walaupun sudah telat 30 menit, tapi aku maafkan mereka walaupun mereka tidak ada minta maaf. Aku meredakan marahku, entah dari tadi mereka tau atau tidak aku sedang marah (kayaknya sih mereka tau). Aku lanjutkan mengajar sembari memberi sedikit ceramah pada yang baru datang.

Dari sini aku juga belajar, belajar untuk menjadi pengajar yang lebih baik dan juga berharap agar mereka menjadi murid yang lebih baik sehingga kelak mereka menjadi orang yang sukses, walaupun mungkin tidak akan mengenalku lagi jika nanti bertemu.

Posting by Sogi Ajoes


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: