Kurang lebih setahun perjalanan Misstriad, dengan awalnya 3 orang Jenderal dan 5 orang prajurit yang datang dari berbagai agama, suku dan ras, kami berjuang bersama berusaha meraih cita-cita. Peperangan dimulai dengan penuh semangat, hadangan dan perlawanan yang datang dari berbagai arah termasuk dari dalam kami hadapi dengan gagah berani.
Di tengah perjalanan gerilya menghadai musuh, satu Jenderal yang paling senior gugur dalam pertempuran. Tetapi itu sama sekali tak menyurutkan niat kami tuk meraih tujuan. Dipimpin 2 orang Jenderal yang masih tersisa dan prajurit yang masih lengkap, kami melanjutkan perjuangan.
Kini, di tengah pergolakan negara yang kelihatannya tidak mendukung perjuangan kami sama sekali, prajurit kami kehabisan amunisi, sementara negara semakin mempersulit perjuangan kami dengan menaikkan harga amunisi kepada para prajurit.
Alhasil, para prajurit tak berdaya menghadapi serangan musuh. Mereka pun berguguran di medan laga, satu persatu tumbang di depan para Jenderal. Selamat jalan prajuritku, semoga di alam sana kalian memperoleh yang lebih baik dari apa yang kalian dapatkan di negara ini dan tentunya lebih murah tapi berkualitas. Jangan lupakan kami ketika kita bersua lagi di dunia lain.
Mari bernyanyi “Telah gugur pahlawanku…….”
Kini 2 orang Jenderal yang tersisa berusaha menjalani hidup dengan seadanya, entah bagaimana nasib kami di negara ini, apakah Presiden akan mendukung perjuangan kami atau menganggap kami hanyalah veteran tak bernilai..



Recent Comments